SISTEM PENGAMANAN BERBASIS CLOUD

by Ali Ridho

Sistem Pengamanan Berbasis Cloud adalah sistem pengamanan yang menggunakan teknologi cloud computing untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpan data keamanan yang dihasilkan oleh perangkat-perangkat keamanan seperti kamera pengawas, sensor gerak, dan sebagainya. Dalam sistem ini, data keamanan yang dikumpulkan oleh perangkat-perangkat tersebut akan dikirimkan ke server cloud melalui koneksi internet untuk diolah dan dianalisis.

Salah satu keunggulan utama dari Sistem Pengamanan Berbasis Cloud adalah kemampuan untuk mengakses data dari mana saja dan kapan saja. Dalam sistem ini, pengguna dapat mengakses data keamanan dari perangkat apa pun yang terhubung ke internet, seperti smartphone, tablet, atau komputer. Selain itu, sistem ini juga dapat menyimpan data keamanan dalam jumlah yang besar tanpa memerlukan penyimpanan lokal pada perangkat pengguna.

Contoh penggunaan Sistem Pengamanan Berbasis Cloud adalah dalam bidang keamanan rumah, kantor, atau gedung-gedung umum. Sistem ini dapat dipasang dengan kamera pengawas dan sensor gerakan yang akan mengirimkan data keamanan ke server cloud. Selanjutnya, data tersebut akan dianalisis dan diproses menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi pola aneh atau perilaku mencurigakan. Jika sistem mendeteksi adanya ancaman keamanan, pengguna akan menerima pemberitahuan melalui perangkat elektronik mereka.

Namun, seperti teknologi cloud computing lainnya, Sistem Pengamanan Berbasis Cloud juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan utamanya adalah keamanan data. Jika data keamanan yang dikumpulkan oleh sistem diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka hal itu dapat menimbulkan risiko keamanan yang besar. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa Sistem Pengamanan Berbasis Cloud yang digunakan sudah dilengkapi dengan teknologi keamanan yang memadai dan dilindungi dengan enkripsi yang kuat. Selain itu, perlu adanya regulasi dan kebijakan yang jelas dalam penggunaan teknologi cloud dalam bidang keamanan untuk menjaga keamanan data dan privasi pengguna.

Kembali ke artikel : Tren Sistem Pengamanan

SISTEM PENGAMANAN BERBASIS AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)

by Ali Ridho

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengaruh teknologi terhadap tren sistem pengamanan. Trennya saat ini menggunakan Sistem Pengamanan Berbasis AI (Artificial Intelligence), Sistem Pengamanan Berbasis Cloud, Sistem pengamanan pintar, Sistem Deteksi Dini, dan Sistem Pengamanan Berbasis Blockchain. Pada artikel ini kita akan membahas yang pertama, yaitu Sistem Pengamanan Berbasis AI (Artificial Intelligence).

Sistem Pengamanan Berbasis AI (Artificial Intelligence) adalah sistem pengamanan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi ancaman keamanan pada suatu lingkungan. Sistem ini biasanya menggunakan teknologi seperti pemrosesan citra, pengenalan suara, dan pemrosesan bahasa alami untuk memantau, mengumpulkan, dan menganalisis data dari lingkungan tersebut.

Salah satu keunggulan utama dari Sistem Pengamanan Berbasis AI adalah kemampuannya untuk melakukan analisis data secara otomatis dan cepat. Sistem ini dapat mengidentifikasi pola aneh atau perilaku yang mencurigakan dan memberikan peringatan dini kepada pengguna. Selain itu, sistem ini juga dapat mempelajari pola keamanan yang diperlukan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi ancaman keamanan yang baru.

Contoh penggunaan Sistem Pengamanan Berbasis AI adalah dalam bidang keamanan rumah, kantor, atau gedung-gedung umum. Sistem ini dapat dipasang dengan kamera pengawas dan sensor gerakan untuk mengidentifikasi orang yang mencurigakan dan mengirimkan pemberitahuan ke ponsel atau perangkat elektronik pengguna. Sistem ini juga dapat dipasang dengan alat pelacak yang dapat melacak pergerakan orang di sekitar bangunan atau lokasi tertentu.

Namun, seperti teknologi AI lainnya, Sistem Pengamanan Berbasis AI juga memiliki kekurangan. Salah satu kelemahannya adalah kemungkinan terjadinya kesalahan identifikasi atau kesalahan pengambilan keputusan oleh sistem. Selain itu, penggunaan teknologi AI dalam pengamanan juga dapat menimbulkan masalah privasi dan keamanan data, jika data yang dikumpulkan oleh sistem diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi dan kebijakan yang jelas dalam penggunaan teknologi AI dalam bidang keamanan.

Kembali ke artikel : Tren Sistem Pengamanan

TREN SISTEM PENGAMANAN

by Ali Ridho

Saat ini kita lihat teknologi berkembang semakin cepat. Bukan hanya melihat, kita sebenarnya sudah merasakan perkembangan tersebut. Bahkan kita sudah terlibat di dalamnya. Smartphone yang ada di tangan kita, aplikasi yang kita gunakan, itu semua merupakan hasil dan proses dari perkembangan teknologi tersebut. Teknologi berkembang semakin pesat dalam lima era, yaitu Era Komputer, Era Internet, Era Digital, Era Blockchain, dan yang saat ini sedang berkembang yaitu Era Quantum.

Namun, meskipun dunia sudah mulai bergerak di era Quantum, kita masih menjalani 4 era lainnya secara bersamaan. Paling tidak, mungkin, 99,9% rakyat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan Komputer. Dan sebagian besar sudah menggunakan internet, minimal pakai WA dan nonton yutub. Sebagian diantaranya sudah melakukan transaksi digital. Sebagian juga sudah punya crypto wallet dan pernah trading crypto (dan nyangkut hahaha). Tapi Crypto hanya setetes air dari danau Blockchain. Masih banyak hal-hal lainnya dari Blockchain.

Sistem pengamanan (security system) suatu bangunan atau area pun sudah mulai mengikuti perkembangan teknologi ini. Trennya saat ini menggunakan Sistem Pengamanan Berbasis AI (Artificial Intelligence), Sistem Pengamanan Berbasis Cloud, Sistem Pengamanan Pintar, Sistem Deteksi Dini, dan Sistem Pengamanan Berbasis Blockchain. Kombinasi beberapa sistem di atas dapat memberikan sistem pengamanan yang lebih canggih dan efektif, serta memungkinkan para Security Manager dan tim pengamanan untuk mengontrol keamanan dengan lebih mudah dan efisien.

Di artikel berikutnya kita akan ulas satu persatu mengenai tren sistem pengamanan di atas.

KEAMANAN PERUSAHAAN, TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

by Ali Ridho

Pertanyaan tersebut cukup menggelitik karena banyak orang yang mengganggap bahwa keamanan perusahaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Satpam. Baik kejadian serius maupun urusan personal seperti kehilangan barang di meja kerja, itu tanggung jawab Satpam. Ibarat kata “mereka kan udah dibayar untuk mengamankan perusahaan”.

Dalam menjalankan bisnis, keamanan perusahaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Perusahaan memiliki aset-aset yang harus dilindungi, seperti informasi penting, aset fisik, dan reputasi. Siapa yang bertanggung jawab terhadap keamanan aset-aset tersebut?

Satuan Pengamanan adalah orang-orang yang secara khusus ditugaskan untuk menjaga keamanan perusahaan. Tugas mereka meliputi mengawasi keluar-masuk karyawan atau pengunjung, menjaga keamanan area kerja, serta melakukan tindakan pencegahan dan penanganan kejadian yang membahayakan keamanan perusahaan.

Tugas utama Satuan Pengamanan adalah melindungi aset perusahaan dari risiko keamanan yang ada. Ini mencakup perlindungan terhadap bangunan, fasilitas, peralatan, informasi, dan karyawan perusahaan. Untuk itu, mereka harus terlatih dengan baik dalam mengenali potensi risiko keamanan dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegahnya.

Namun, meskipun Satuan Pengamanan memiliki tugas utama untuk menjaga keamanan perusahaan, mereka bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas keamanan perusahaan.

Manajemen juga memainkan peran penting dalam memastikan keamanan perusahaan. Manajemen bertanggung jawab untuk merencanakan, mengimplementasikan, dan memantau program keamanan perusahaan. Mereka juga bertanggung jawab atas keputusan strategis yang berkaitan dengan keamanan, termasuk alokasi anggaran untuk keamanan, memilih teknologi keamanan yang tepat, dan menetapkan kebijakan keamanan perusahaan.

Selain itu, Manajemen juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa karyawan perusahaan terlibat dalam program keamanan dan mematuhi kebijakan keamanan yang ditetapkan. Mereka harus memastikan bahwa karyawan memiliki akses ke pelatihan keamanan dan menilai risiko keamanan secara berkala.

Namun, selain Satuan Pengamanan dan Manajemen, tanggung jawab keamanan perusahaan juga harus dipahami oleh seluruh karyawan perusahaan. Setiap karyawan harus menyadari bahwa keamanan perusahaan adalah tanggung jawab bersama dan mereka harus berkontribusi dalam memastikan keamanan perusahaan.

Setiap karyawan harus mematuhi kebijakan keamanan perusahaan, melaporkan kejadian yang mencurigakan, dan mematuhi prosedur keamanan yang ditetapkan. Karyawan juga harus dilatih untuk mengenali risiko keamanan dan memainkan peran aktif dalam mencegahnya.

Kesimpulannya, keamanan perusahaan adalah tanggung jawab bersama dari Satuan Pengamanan, Manajemen, dan seluruh karyawan perusahaan. Supaya seluruh pihak memahami tanggung jawab ini, perlu dilakukan training Security Awareness minimal 1 kali dalam setahun.